Tentang Salju di Musim Semi

*tulisan ini terinspirasi oleh Salju di Musim Semi ala @kadekdoi 

Screen Shot 2015-03-23 at 11.16.22 AM

Foto ini aku unggah ketika engkau lenyap. #Now You are gone#

Kau tau, 2 minggu setelah kepergianmu aku gembira…

Aku gembira karena tubuh kecilku ini tak perlu ku bebani berlapis-lapis benang wol hangat dan jaket tebal.

Aku gembira karena telapak tanganku yang sangat tipis dan sensitif ini tidak perlu mengejang kaku dan perih hingga serasa hampir pecah.

Aku gembira karena aku tak perlu khawatir dan ketakutan kalau-kalau persiapanku keluar kurang lengkap

Aku gembira karena telingaku tidak lagi memerah memekak kedinginan.

Aku gembira karena jerawat-jerawat di wajahku mulai lenyap, kulit ku sangat suka dengan matahari.

Aku gembira karena aku bisa pakai sendal jepit dan celana pendek lagi kemana-mana.

Aku gembira bisa berjalan dengan santai menikmati alam, tanpa harus berjalan tergesa-gesa.

Aku gembira melihat orang-orang menghabiskan waktu bersama diluar, berolahraga dan bisa mengeluarkan keringat.

Aku gembira karena semua hal yang nampak mustahil dilakukan hampir 6 bulan terakhir ini bisa kulakukan.

Ketika engkau lenyap, aku merasa hidup didunia yang berbeda. Mungkin aku sudah terbiasa dengan segala rutinitas aktivitas di suhu minus dua digit celcius. Aku merasa menjadi manusia baru. Aku simpan sepatu boots dan jaket tebalku didalam lemari. Dan takjub melihat tanda-tanda kehidupan di danau es yang mulai mencair kembali.

Tapi kau tau, begitu kau pergi, aku diam-diam merindukanmu…

Ada kalanya aku berharap kamu mau kembali, sekedar menjenguk dan menyapaku. Aku buka kembali beberapa foto lama dan bergumam, ya aku pernah bersamamu. Aku merasa belum cukup aku menikmatimu. Kata orang kita baru benar-benar menghargai sesuatu jika sesuatu itu telah lenyap.

Pagi ini kamu datang kembali, ditengah gerutu dan eranganku enggan beranjak dari dalam selimut, ada gejolak bahagia dalam hatiku. Tau bahwa kau tidak benar-benar pergi, hilang lenyap dari hidupku. Meskipun aku tau ada yang salah dan tak seharusnya terjadi.

Orang bilang, aku tinggal di tempat spesial. Tempat dimana kamu bisa datang sesukamu. Kamu pun akan lebih lama bertahan disini. Waktu ku bersamamu tidak akan sama dengan yang lainnya. Disini kamu spesial.

Namun disaat yang sama aku tau kamu tidak seharusnya datang lagi. Waktumu telah usai. Dan kali ini aku mengerti kamu hanya akan singgah dan mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya.

Kamu pun berbisik “Aku pernah ada untukmu dahulu”

Sekarang pergilah, aku melepasmu dengan rela. Terima kasih…

23 Maret 2015, Salju kembali turun di Musim Semi

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Salju di Musim Semi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s