(Masih) Musim Dingin di Madison

Entah berapa banyak seri tulisan mengenai musim dingin yang akan tercatat dalam blog ini. Namun yang jelas, hari ini bertambah satu.

Mungkin benar kata orang, saya ini tipe pembosan kelas berat. Cepat antusias akan hal baru namun tidak ada sesuatu yang benar-benar bertahan lama—kecuali memang hal tersebut benar-benar saya suka. Misalnya saja soal Buku, sepanjang sejarah jarang sekali ada satu buku tebal yang saya baca secara mendetail halaman perhalaman dari awal hingga terakhir. Well, ada sih tapi sekali lagi itu benar-benar bagus dan dengan isi yang tidak gampang ditebak. Namun selebihnya biasanya saya hanya akan melakukan skimming bahkan langsung loncat kepada akhir cerita. Pernah saya berusaha untuk lebih tekun dalam menikmati sebuah bacaan ataupun film, tetapi sebagaimana bisa ditebak, saya tidak kuat untuk tahan membohongi diri sendiri.

Kali ini saya ingin jujur berkata bahwa saya sudah bosan dengan musim dingin. Hmm, agak miris sebenarnya mengungkapkan hal ini karena melihat salju dan merasakan musim dingin merupakan salah satu hal yang membuat saya antusias untuk datang ke Madison. PENASARAN. Yah sederhana saja, karena saya belum pernah maka saya ingin mengalaminya. Salju pertama turun pada akhir bulan Oktober 2014. Betapa bahagia dan antusiasnya saya kala itu, akhirnya yang ditunggu pun tiba. SALJU TURUN! WOW! Terimakasih Tuhan salah satu impian saya terwujud. Tidak peduli mungkin ada beberapa orang yang heran, tapi kata orang kupang persetan! yang penting saya bahagia! Hari demi hari terlewati dan kini tidak terasa sudah hampir 4 bulan musim dingin saya alami. Sempat selama hampir sebulan saya lari sejenak ke wilayah yang lebih hangat ketika liburan musim dingin.kemarin. Dan ketika akan kembali ke Madison, saya rindu salju! Saya rindu merasakan kedinginan. Senang rasanya kembali ke “habitat” semula. Satu bulan berlalu, kini saya kembali diliputi rasa bosan. Bosan akan suhu dingin yang semakin hari semakin drop hingga -30C. Saya  mulai bosan untuk selalu memakai jaket tebal dan seperangkat perlengkapan lainnya mulai dari hoody, sarung tangan, syal, boots dan semua nya yang serba tebal dan hangat.

Tapi saya pun punya firasat kuat bahwa rasa bosan ini pun hanya sementara. Pasti ketika panas matahari dan suhu tinggi menjadi bagian sehari-hari dimusim depan saya pun akan merasa bosan dan merindukan sang musim dingin kembali.

Ahhh memang pembosan yang sangat menyusahkan!

Sore ini ketika sedang bergegas masuk kedalam rumah, kusempatkan mengabadikan dirimu yang nanti akan kurindukan.

salju

Suatu sore di Madison (S Mills Street)

Advertisements

2 thoughts on “(Masih) Musim Dingin di Madison

  1. Apapun yang berlebihan memang tidak membahagiakan.
    Tapi menikmati selagi ada adalah cara yg bijak untuk menghargai sebuah pengalaman. Stay warm kak Mey :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s