Sakit itu tidak enak ! :(

Hai semuanya …
Lama tak menulis di blog…

Sebulan ini memang benar-benar menguras jiwa dan raga. Setiap Senin-Jumat kami, Prestasi Scholars, punya kelas English for Academic Purpose (EAP) dari jam 8.00-15.00. Dilanjutkan dengan mengerjakan serangkaian tugas yang juga tak kalah bikin pening. Tapi semua itu sangat menyenangkan dan menantang. Untuk kami yang berasal dari luar Jakarta, tantangan tersendiri untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan disini, baik itu cuaca, kemacetan, kepadatan, polusi dll.

Well, singkatnya ditulisan saya kali ini saya mau cerita bahwa setelah mengalami banyak naik dan turun dalam masa penyesuaian, saya pun DROP dengan sukses 😦

Sudah dua hari ini saya bed rest total, hingga perlu ijin dari pelatihan. Sayang sekali karena 3 hari ini materi yang diajarkan tentang Statistik khususnya SPSS yang pastinya akan sangat dibutuhkan dalam pengerjaan tugas dan thesis di Amerika nanti. Tapi apa boleh buat, saya memang tak berdaya, berdiri beberapa detik saya bisa membuat saya hampir jatuh pingsan.
Bermula dari tanggal 11 lalu, saya mengalami diare sehingga harus bolak-balik ke toilet, karena tidak mempersiapkan obat saya pun melakukan tindakan kuratif dengan minum teh hitam pekat nan pahit di tengah malam, nah … ternyata hal itu memberi efek yang cukup signifikan. Lambung saya yang pada saat itu mulai kosong (sudah hampir tengah malam) kaget dan mulai menunjukan reaksi penolakan, saya pun jadi mual dan pusing seketika. Ditambah pula kondisi tubuh saya memang kurang vit malam itu. Saya kecapean beberapa hari belakangan ditambah lagi waktu perjalanan pulang dari lab mikrobiologi UI kami terjebak macet yang cukup lama di dalam bajay sehingga asap kendaraan dan debu jalanan saya hirup sangat banyak. Sampai di kos, saya makan nasi kotak yang dibagi sejak siang tadi di kampus, kemungkinan besar sudah tidak begitu “layak” makan, saya pun hanya makan setengahnya.

Well, akhirnya karena pusing dan mual yang demikian hebat, saya pun memaksa untuk tidur. Pada jam 3 subuh, saya terbangun dan merasa seluruh badan saya panas. Dalam kondisi setengah sadar, saya tau bahwa saya sedang demam tinggi. Tapi kemudian saya tetap melanjutkan tidur karena pusing, saya tidak bisa lelap hingga jam 6 pagi, bahkan badan saya tambah panas.

Akhirnya paginya saya memaksakan diri saya untuk keluar menghubungi Ka Wisye, untuk menolong saya. Saya tau kalau saya hanya tidur di kamar, keadaan malah semakin parah. Sepanjang hari saya beristirahat di kamar dan hanya makan sedikit bubur. Saya terus memaksakan diri saya untuk tetap bergerak terutama mengurusi makan agar tidak bertambah parah. Diare pun tidak kunjung berhenti. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk banyak beristirahat.

Meskipun orang-orang terkasih jauh (terimakasih untuk sms, telpon dan doanya sangat-sangat memberikan kekuatan), tapi Tuhan kirimkan keluarga dekat Ka Wisye, Lia dan Mama Lia yang memperhatikan saya. Malamnya kami pergi ke IGD RSCM, disana ruang pemeriksaan sedang penuh, sehingga dokter jaga langsung sigap memeriksa di ruang depan. Beliau awalnya menyarankan saya melakukan pengecekan darah namun karena gejalanya baru 1 hari maka beliau hanya memberikan beberapa obat untuk menahan rasa sakit dan meredakan radang lambung (Lansoprazole & Ranitidine), turun panas dan pusing (Panadol Paracetamol), menghentikan diare (diatabs) dan Vitamin untuk menambah daya tahan tubuh (Im-boost) tekanan darah saya rendah 90/50 hal ini juga menjadi penyebab rasa pusing saya. Saya pun tidak harus mendaftar dan membayar biaya pemeriksaan. Beliau berpesan jika dalam 3 hari tidak ada perubahan maka saya harus kembali dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Ka Wisye dan saya pun menebus obat di Kimia Farma dengan pelayanan yang baik pula. Sempat kami berkata, andaikan pelayanan seluruh RS negeri di daerah-daerah seperti disini pastilah pasien-pasien akan cepat sembuh. Selanjutnya kami pun kembali ke kos.
Di hari yang kedua ini, saya langsung merasa ada perubahan yang baik, beberapa kali saya masih diare, namun saya sudah tidak pusing lagi dan suhu badan sudah normal. Namun dokter menyarankan saya untuk beristirahat selama 2 hari agar kondisi benar-benar pulih. Semoga besok kondisi tubuh saya telah Vit, sehingga saya bisa kembali mengikuti pelatihan sesuai dengan jadwal yang ada.

Anyway, saya pun dapat pelajaran berharga. Pastinya saya lebih menghargai kesehatan. Saya merasa belakangan waktu saya benyak terpakai untuk melakukan banyak hal. Saya sangat sibuk! Bahkan tak jarang mengorbankan waktu saat teduh saya. Saya akan mengatur waktu lebih baik lagi dan memprioritaskan hubungan dengan Tuhan sebelum disibukan dengan berbagai macam aktivitas. Saya pun belajar untuk tidak terlalu banyak aktivitas yang berhubungan dengan jalanan umum karena kemacetan dan polusi udara yang sangat melelahkan dan menurunkan daya tahan tubuh. Juga lebih hati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

Terimakasih semuanya yang sudah mendoakan agar saya cepat pulih 🙂 Khusus teman-teman Prestasi jangan sampai Sakit juga ya…

Ingat Sakit itu tidak enak!

Thank God for this great lesson.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s