Patiently Waiting 4

Ditulis pada tanggal 20 September 2013 Pukul 11.00pm

God will lead you through the journey he has planned, the journey long before you even start to imagine it. (Helga Ndun)

Image

Sampai detik ini 01.11 am WITA saya masih belum sepenuhnya percaya hal ini terjadi … Setelah menanti sepanjang hari, Calliesta menelponku dengan menahan suaranya dan sedikit bergetar, Dia meminta aku mengecek email …

Sebuah email masuk, berjudul Award Announcement [Nominated : Education] Fri, 4.14pm

Dear MERLY ACLIN NUASIZTA KLAAS,

On behalf of the USAID Scholarship PRESTASI Program, I am pleased to inform you that you have been selected as a USAID Scholarship PRESTASI Program scholar with a field of training of Education for 2014.

Tuhan akhirnya menyatakan jalannya untuk ku sore tadi, setelah berminggu-minggu menggalau gelisah tak menentu, bagaikan sumbu hampir padam, aku dinyatakan terpilih menjadi salah satu peraih beasiswa ini. Reaksi pertama ketika mendengar Calista menelpon adalah tak percaya, dan hanya bisa terdiam, air mata saya berkumpul serentak di pojokan kelopak.

Ini pengalaman iman yang teramat melelahkan jiwa dan raga. God has brought me untilΒ  my limit. Ketika tidak ada hal lain yang bisa saya pegang, 2 kesempatan S2 dalam negri sudah saya lepaskan, 2 kali mendaftar ADS tidak diterima, 1 kali mendaftar New Zealand tidak diterima. Hampir-hampir saya berkata cukup sudah. Tidak lagi.

Namun ternyata berbeda, saya senang, namun kesenangan ini tidak seperti biasa saya lampiaskan dengan meluap-luap ala sanguinist, bahkan Oni sempat bertanya, Mey sudah teriak-teriak ? hehe, karena saya memang suka katarsis dengan berteriak-teriak menggila. Sejak sore tadi saya tenang dan langsung berdoa… Saya hanya tak berdaya menyaksikan Tuhan menyerahkan ini kepada saya bahkan ketika tangan saya terlampau letih untuk menengadah. Semata-mata hanya karena Tuhan. Saya bahkan tidak merasa telah berbuat sesuatu. Tidak ada yang saya upayakan.

Begitu cepatnya Dia sanggup menjungkirbalikan keadaan. Jauh amat sangat berbeda.

Yang ia mau adalah sikap hati saya, pengalaman saya berjalan bersamaNya, mempercayai Dia ada disetiap situasi, mau saya yakin bahwa meskipun misalnya dinyatakan tidak aku tetap percaya padaNya.

Rasa bangga tidak aku letakan pada hal ini. Tapi padaNya yang berjanji selalu berjalan bersamaku.

Makasih banyak Tuhan, You gave me something that I dont deserved.

Advertisements

One thought on “Patiently Waiting 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s