Patiently Waiting 1

* Ditulis pada tanggal 4 September 2013

index

Glad to be back again.

Sebenarnya sudah bertekad mau menulis secara teratur lagi setalah mendapat ajakan dari k Elva apa daya susahnya memulai kembali sesuatu yang lama tak dilakukan. Rencananya bulan September ini mulai tantangan tiap hari menulis. Hmmm… hari-hari ini sedang belajar untuk Menunggu. Bukan hanya sekedar menunggu tapi menunggu dengan sabar. Jujur saya paling tidak suka Menunggu. Apalagi menunggu tanpa kepastian yang jelas. Dengan kemungkinan Ya / Tidak dengan proporsi seimbang. Fiuhh, benar-benar menguras jiwa raga. Lebih baik meminta saya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang membutuhkan kerja keras atau analisa yang rumit daripada meminta saya untuk menunggu.
Bahkan lebih baik kalo bisa memilih, sebaiknya sayalah pihak yang ditunggu. (hehehe).

Pada awalnya, serasa ada duri dalam baju, saya tidak bisa tenang, bolak balik ditempat tidur, ngalor ngidul dalam rumah tidak jelas, sering bengong dan sebagainya. Hahaha menyedihkan sekali yaaa… Namun, hari demi hari Tuhan menguatkan saya dengan ayat-ayat yang saya baca setiap kali pada saat teduh. Dalam beberapa hari itu Tuhan senantiasa berbicara dalam satu tema besar yang sesuai dengan pergumulan saya. MENUNGGU.

Beberapa hal yang dibukakan Tuhan antara lain :

  1. Tidak mendasarkan sukacita pada situasi. Dalam menunggu sesuatu yang tidak pasti, kita seringkali tidak bisa menahan diri yang jadinya buat kita gelisah. Haduuuhh Kapan yaaa, ihh kok belom belom juga ya, ada apa nih? Bagaimana kalau begini kalau begitu bagaimanaaa?? Selalu ada ketidakpuasan, yang bikin tidak tenang. Ada yang kosong, ada yang blur absurd, tolong diperjelas, i hate absurdity. Saya memang bukan tipikal perencana yang rinci, malahan saya suka spontanitas, hal yang mendadak, namun bukan yang sama sekali tak berkonsep.
  2. Feel Content
  3. Put Your Trust On the Lord
  4. Use your time wisely.
  5. Kamu Berharga ! Prestasi, pencapaian, kegagalan yang kamu alami bukan tolak ukur tingkat keberhargaan kamu. Mau lagi terang-terangnya bersinar, mau lagi bodoh sebodohnya, KAMU TETAP BERHARGA

Saya itu sempat ditanyain gini sama Ketua Program Studi saya (via teman) kira-kira begini : ibu ini kita mau bikin jadwal mengajar, ibu itu masih di Kupang apa sudah berangkat sekolah lanjut?

Eng Ing Eng, dan daripada saya yang ambil keputusan bisa ngajar semester ini atau tidak, akhirnya saya ceritain deh detail kisah saya ke beliau, jadi biarin beliau saja yang pusing, dan pada akhirnya nama saya tetap dimasukan pada beberapa matakuliah namun di buat team sehingga pas saya tidak bisa ngajar ada teman lain yang gantiin. Fair enaugh yaaa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s