Noel Noel Noel :)

Jaden dan balon birunya

Jaden dan balon birunya

*Ditulis tanggal 19 September 2013

__

5 Mei 2012 …

Merupakan awal kami bertemu … Dan bak dongeng ataupun drama percintaan pada umumnya… Love at the first Sight pun melanda kami. Yah kami, anak-anak muda yang tergabung dalam sebuah komunitas “Trinity” berjumpa dengan komunitas masyarakat Noelbaki keturanan Timor Timur.  Perjumpaan ini bermula ketika kami ingin merayakan paskah yang jatuh pada bulan April 2012, perayaan paskah tahun 2012 ingin kami lakukan dengan melibatkan komunitas lain, kami rindu untuk berbagi kasih Kristus yang telah kami nikmati dengan pribadi-pribadi lain diluar sana yang membutuhkan. Beberapa kelompok menjadi pertimbangan kami, antara lain Lapas Anak, Masyarakat di TPA Tenau dan Pengungsi di Noelbaki. Setelah mengadakan diskusi dan mempertimbangkan beberapa hal akhirnya pilihan kami jatuh pada Pengungsi di Noelbaki, karena komunitas disana jarang sekali disentuh padahal berada tidak jauh dari Kota Kupang. Awalnya saya hanya tau ada camp-camp pengungsi, namun pada satu kesempatan, beberapa keluarga saya berkunjung kesana dan sempat mengabadikan beberapa gambar. Hati saya terenyuh, membayangkan betapa terpisahnya mereka dengan kemajuan perkotaan yang hanya berjarak beberapa kilometer. Dari foto-foto tersebut, saya mendapat kesan bahwa kondisi hidup mereka tak jauh berbeda dengan masyarakat yang hidup jauh dari jangkauan masyarakat luas, terpencil dan terpelosok, namun sebenarnya mereka yang berjarak beberapa kilometer saya dari kota tempat saya tinggal. Singkat cerita, kami pun membentuk team survey untuk melakukan penjajagan awal. Beberapa teman memiliki pengalaman yang cukup seram terkait dengan kelompok pengungsi, namun setelah mendoakannya kami pun pergi kesana. Tak disangka kami langsung bertemu dengan Ibu Ati yang adalah guru sekaligus penanggung jawab PAUD Mambait. Sosok ibu Ati akan saya ceritakan lengkap pada tulisan yang berbeda.

ImageTeam Survey I

Persiapan acara kami lakukan kira-kira selama 1 bulan berupa pencarian dana, pengumpulan baju, buku dan sepatu layak pakai juga persiapan acara semuanya kami kerjakan bersama dari awal. Pihak-pihak yang turut memberi sumbangan juga menambah kegairahan kami. Kami mengerahkan seluruh daya upaya koneksi untuk membantu pelaksanaan, karena biaya yang terbatas sebisa mungkin yang bisa dipinjam yang gratis, beli baru benar-benar pilihan terakhir. Well thanks God, banyak pihak yang bersedia ikut membantu sehingga Pakaian, sepatu dan buku bekas yang terkumpul amat sangat banyak, agar lebih bersih kami pun berkumpul dan  mencuci pakaian di kali belakang rumah setelah saya ngamuk-ngamuk anak-anak yang lagi mandi sambil lompat-lompat ngotorin air, haha jadi ingat kisah bertahun-tahun lalu saya dan rombongan yang sering diomelin ibu-ibu yang mau nyuci. Trinitians boys mempersiapkan panggung boneka dari bambu sederhana hasil jarahan (ehh) meminta seorang teman dan itu pun milik tetangganya hihi,  Gorden untuk panggung dicolong cesy dari rumah (haha) tapi kemudian dia ngaku juga, boneka-boneka tangan pun meminjam seorang kaka yang baik hati. Latihan para pengisi acara (ya kita-kita juga) dilakukan beberapa kali, penulisan skenario, pembagian peran, simulasi cerita, lagu dan tarian pun tak kalah menghebohkan, kita juga menyiapkan bungkusan makanan ringan plus susu untuk anak-anak PAUD serta Alat Permainan Edukatif (APE) untuk menjadi inventaris PAUD. Semua sibuk turut mengambil bagian. Yah walaupun banyak insiden-insiden kecil selama persiapan namun semua tetap semangat tak sabar bertemu dengan adik-adik di Noelbaki.

Then hari yang dinanti-nantikan pun tiba, setibanya kami setelah perjalanan kurang lebih 30 menit dari Kupang, ternyata anak-anak sudah ramai numplek di halaman PAUD. Acara dijadwalkan mulai jam setengah empat sore, namun sangking antusiasnya kata Ka Ati, sejak jam 10 pagi anak-anak sudah mulai berkumpul… Duhhh sapa yang tidak terenyuh, Seketika itu juga rasa letih kami sebulan mempersiapkan kegiatan ini seketika hilang. Even perdana ini dalam  Perayaan paskah yang memang menyasar pada anak-anak. Kami memilih tema “CHILDREN BELONGS TO GOD” – (Matius 19:14) karena Tuhan sangat menyayangi anak-anak, bahkan Yesus berkata anak-anak inilah yang akan memiliki kerajaan Sorga.

DSC_7380Anak-anak sedang berdoa 🙂  ada yang sibuk liatin kakak didepan

Anak-anak dari yang bayi hingga remaja juga para orang tua berkumpul dengan Antusiasme yang sangat-sangat luar biasa. Rangkaian acara satu persatu pun dilewati, seluruhnya menyasar untuk anak seperti Panggung Boneka, Nyanyian disertai tarian, Lomba-lomba juga penyampaian firman dalam bentuk Cerita, kemudian kami membagi dalam kelompok-kelompok kecil bersama masing-masing kakak Trinity untuk dapat bercerita lebih dekat dari hati ke hati mengenai mimpi-mimpi yang mereka punya dan kemudian mendoakan mereka satu per satu. Rasa bahagia menyelimuti hati setiap kami, pada sharing-sharing kelompok pribadi, kami mendengar impian-impian dari tiap anak yang begitu besar, mereka ingin menjadi polisi, dokter, guru, dan sebagainya, beberapa anak remaja bahkan menangis ketika menceritakan tentang keluarga juga perlakuan-perlakuan teman mereka di sekolah karena mereka adalah anak pengungsi, kami pun bersama-sama mendoakan orangtua keluarga dan juga masa depan sambil berpesan bahwa mereka harus bekerja keras, rajin belajar dan senantiasa berdoa untuk mencapai masa depan yang baik. Juga bahwa mereka berharga, karena Tuhan Yesus sudah mati di kayu salib menebus kita semua dari maut.DSC_7404

Panggung Boneka ala Trinity :p

DSC_7456

DSC_7448

DSC_7511

Kaka Ti mewakili anak-anak dan orang tua mengucapkan terimakasih dan berharap bahwa kami akan terus datang mengunjungi mereka semua disana, Satu janji kami, bahwa sejak hari itu Trinity dan Masyarakat di Noelbaki adalah satu keluarga, kami akan terus datang dan berbagi bersama anak-anak disana. Dan hingga kini 1 tahun lebih berlalu, kami masih terus bersama-sama dan saling berbagi kasih. Setiap minggunya secara rutin  kami mengajari anak-anak PAUD serta mengadakan makan sehat karena suplay gizi yang sangat terbatas untuk anak-anak disana. Sejauh ini banyak sekali pihak yang sangat membantu kami dalam doa dan juga dana agar tiap minggunya kami terus dapat menjalankan program ini. Menu yang diberikan pun bervariasi, seperti kacang hijau, susu, roti, telur, ikan, puding buah, jus sayuran dan sebagainya. Khusus berjalannya makan sehat ini pun akan saya ceritakan pada tulisan yang berbeda.

Ruang Kelas PAUD

Image

Halaman depan PAUD

Ibu Ati, Guru PAUD Mambait

Kami belajar banyak hal dari kehidupan masyarakat disana, tentang peduli,berkorban, konsisten dan membangun relasi dengan pihak luar, beberapa kali banyak pihak pun datang untuk berbagi. Kami pun sempat melakukan pendampingan agar warga memperoleh jamkesmas, namun hingga kini hak masyarakat itu pun belum tercapai. Analisis kondisi umum masyarakat khususnya anak serta kebutuhan masyarakat pernah saya tulis dalam dokumen yang berbeda, juga beberapa penelitian tentang anak Usia Dini telah saya publikasikan dalam beberapa konferensi ilmiah.

Secara pribadi, saya merasa banyaaakkk diberkati melalui hubungan yang erat dengan keluarga di Noelbaki. Saya merasa hidup saya jauh lebih berarti dan dibutuhkan, mereka membuat saya mampu untuk melayani dan berkorban tanpa berharap imbalan apapun. Penerimaan yang mereka berikan mengajarkan saya bahwa kasih persaudaraan itu nyata dan  kasih itu dapat dibagikan kepada siapapun bahkan yang tidak kamu kenal Senyuman dan keceriaan anak-anak disana membuat saya puas sangat-sangat puas, dalam keterbatasan dan kesedarhaan saya pun bisa menjadi sebuah cerita manis pada masa kecil mereka. Cukup ketika mereka tersenyum menyambut kedatangan kami meskipun kerap kali terlambat, waktu mereka memanggil nama kita, dan mencium tangan ketika berpamitan pulang sungguh semuanya itu mendatangkan kebahagiaan yang tidak ternilai. Meskipun tiap sabtu pagi, yang biasanya jadi hari bermalas-malasan harus bangun pagi, menempuh perjalanan jauh, panjang dan panas namun tetap rasa rindu itu senantiasa menghampiri.

Terimakasih Kaka Ti, ade-ade dan seluruh keluarga di Noelbaki, kalian semua sangat memberkati saya.

Big Family :D

Advertisements

2 thoughts on “Noel Noel Noel :)

  1. Hai, sahabat lama,
    Awalx b hx mo browsing gambar anak2 gizi buruk n anak2 yg brada di kwasan TPA di kupang, kmudian ad 1 gambar dri merlyaclin.wordpress.com, b mrasa nama merly aclin on asing di b pg benak, stlah di cek msuk, eh bnar… trxta hasil dri coretan b pg sahabat lama, yg sngat menginspirasi…
    Oh iy da ckup basa basinya, b hx mo ijin save the picture aj, tk so much…. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s