<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>merlyaclin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://merlyaclin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://merlyaclin.wordpress.com</link>
	<description>just write it!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 06:53:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='merlyaclin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/68bc885a512fb5e996f772dec358e789?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>merlyaclin's Weblog</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cross Culture Reflection</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2009/02/05/cross-culture-reflection/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2009/02/05/cross-culture-reflection/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 06:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merlyaclin.wordpress.com/2009/02/05/cross-culture-reflection/</guid>
		<description><![CDATA[Saya bersuku bangsa Rote, kedua orangtua saya berasal dari suku tersebut, sehingga dalam darah saya mengalir darah dari suku bangsa tersebut. Walaupun demikian keduanya mempunyai pengalaman budaya yang berbeda. Jika ada pertanyaan Rotenya, Rote mana? Maka saya akan sedikit membutuhkan waktu untuk berpikir agar dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan Rote bagian manakah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=63&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya bersuku bangsa Rote, kedua orangtua saya berasal dari suku tersebut, sehingga dalam darah saya mengalir darah dari suku bangsa tersebut. Walaupun demikian keduanya mempunyai pengalaman budaya yang berbeda. Jika ada pertanyaan Rotenya, Rote mana? Maka saya akan sedikit membutuhkan waktu untuk berpikir agar dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan Rote bagian manakah yang merupakan daerah asal saya.</p>
<p>Papa saya merupakan percampuran dari daerah Ringgou dan Bilba, keduanya secara geografis terlatek pada Rote bagian Timur atau biasa disingkat Rote Ti, sedangkan Mama merupakan percampuran dari Bilbah, Rote Ti dengan Rote bagian Barat, sebuah daerah berpantai indah, incaran para peselancar International, Delha. Masa kecil ayah saya sampai menamatkan Sekolah Lanjutan Pertamanya ia habiskan di sebuah daerah bernama Eahun ini terletak di Rote Timur, kemudian beliau SMA di Kupang dan merantau ke Pulau Jawa tepatnya berkuliah di IKIP Bandung. Berbeda dengan itu, Mama saya adalah seorang Perempuan Metropolitan yang sejak lahir hingga dewasa tinggal di Ibukota negara, Jakarta. Ia dibesarkan dalam lingkungan militer. Opa saya adalah seorang Perwira Angkatan Laut. Singkat cerita, mereka berdua dipertemukan di Jakarta, saling Jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mama saya meninggalkan kedua orangtuanya dan menetap di Kupang mengikuti suaminya yang pada waktu itu telah diangkat menjadi Kepala Sekolah sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa. Yah, papa saya mengambil spesifikasi jurusan Pendidikan Luar biasa. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang membuat saya bangga padanya. Saya hanya sedikit membandingkan bagaimana kematangan teman-teman laki-laki saya ketika mereka menamatkan SMA, banyak diantaranya yang masih kebingungan hendak melanjutkan kemana, jurusan apa dan pertimbangan-bertimbangan lain yang menurut saya kurang penting. Misalnya atas dasar Jurusan mana yang nanti bisa punya banyak uang, terlihat keren, dan sebagainya. Papa saya telah mampu menentukan sebuah jurusan, yang bahkan saya rasa begitu menarik dan kurang punya prospek masa depan yaitu mengurusi pendidikan anak-anak dengan keterbelakangan mental. Mama saya, sejak ke TK sampai SMA bersekolah di Sekolah Katolik dan melanjutkan ke Jurusan Pertamanan, Landskape Trisakti Jakarta.</p>
<p>________________________________________________________</p>
<p>Dalam didikan kedua orang inilah saya tumbuh. Beberapa sifat saya menurun dari keduanya. Misalnya kegilaan saya berorganisasi di Kampus, menurun dari Papa. Beliau dahulu adalah aktivitis mahasiswa di Kampusnya yang juga gemar melakukan banyak pergerakan mahasiswa, ia juga dikenal kritis dan cerdas khususnya dalam bidang matematika. Sebagai pendatang baru di dunia pendidikan Kota Kupang, ia cukup punya banyak musuh. Ini karena ia sering menulis di berbagai media massa mengenai kritik terhadap sistem pendidikan Kota Kupang.. Dari mama, saya belajar bagaimana menjadi seorang perempuan yang kuat serta lembut. Dia adalah perempuan luar biasa, rela melepaskan peluang besarnya untuk berkarir dan memilih mengasuh total keempat anaknya.</p>
<p>________________________________________________________</p>
<p>Saya lahir hingga besar di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur yang belakangan sedang Booming dengan “Sekarang sumber air su dekat”-nya juga predikat Kota TerKorup di Indonesia tahun 2009. Konon katanya stuktur kepribadian serta karakter penghuninya berbanding lurus dengan kontur wilayah geografisnya. Keras seperti batu karang. Budaya Rote asli kurang saya rasakan.</p>
<p>Kupang merupakan multikultur. Daerah pencampuran segala budaya daerah di Nusa Tenggara Timur. Dengan mudah ditemui orang dengan suku Sabu, Sumba, Flores, Sabu, Alor, Timor dan juga Rote yang berbeda dalam banyak hal seperti ciri fisik tiap orang, Dialek, bahasa Ibu, pola perilaku, wilayah pemukiman dan sebagainya. Kesemuanya telah berasimilasi membentuk kebudayaan baru, budaya Kupang, budaya batu karang. Mulai dari cara berbicara sampai berperilaku. Ada kata-kata bijak khas Kupang, “lebih baik beta mati dari pada harga diri jato”. Harga diri sangat dijunjung tinggi terutama nama baik keluarga serta asal. Penduduk NTT mempunyai marga yang dimiliki secara turun temurun. Rasa kekeluargaan sangat tinggi. Istilah “Botong pung orang” atau “katong semua basodara” salah satu artinya menunjukan sebuah keharusan dalam menolong misalnya dalam hal membantu saudara yang sedang kesulitan, milik mu adalah milik ku, loyal namun mempunyai gengsi yang tinggi. Kupang sendiri merupakan bagian dari Pulau Timor, suku aslinya berbahasa tetun, suku Timor. Berciri fisik hitam dan berambut keriting. Ini seringkali penyebab penyangkalan orang-orang bahwa saya berasal dari Kupang. Telah terkonstruksi di kepala mereka bahwa orang Kupang itu Hitam dan berambut keriting (orang Timor red.). Namun di Kupang tidak hanya masyarakat NTT saja, banyak masyarakat pendatang misalnya Jawa, Padang dan Tionhoa yang dikenal dalam beberapa sektor hidup masyarakat salah satunya Ekonomi. Sebagian besar pedagang mulai dari jajanan ringan hingga pertokoan dikuasai pendatang, jarang seorang penduduk asli yang bergerak dalam bidang ini. Sebagian besar lebih memilih duduk di pemerintahan menjadi pegawai negri sipil.</p>
<p>Saya melihat etos kerja masyarakat Kupang kurang dibanding pendatang. Orang Jawa misalnya pandai mengambil kesempatan dengan menjual barang-barang maupun makanan inovatif, mempunyai etos kerja tinggi serta bersedia mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang terkadang dipandang sebelah mata seperti menjadi tukang sol sepatu, tukang rujak, dan sebagainya. Sedang penduduk asli lebih banyak menjadi konsumen.</p>
<p>Ketika awal masa kuliah perkuliahan saya di Universitas Kristen Satya Wacana, cukup banyak orang yang protes dengan gaya saya berbicara dan berperilaku. Dari kecil saya terbiasa mengemukakan pendapat dalam keluarga, secara terang-terangan menunjukan ketidaksetujuan terhadap sesuatu merupakan hal biasa. Sebagaian besar isi complain yang diberikan kepada saya misalnya ketika bertanya atau mengkritik terlalu pedas bahkan ada yang pernah merasa sakit hati, padahal sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Contoh lain, saya banyak menemui teman-teman yang merasa kesulitan ketika berbicara didepan banyak orang, begitu takut ketika mendapat tugas presentasi di depan kelas, kebanyakan adalah mahasiswa perempuan. Namun menyadari bahwa hal-hal demikian pun dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dalam beberapa budaya, perempuan masih sering dikategorikan orang belakang panggung yang tidak perlu kelihatan, cukup laki-laki saja serta tidak adanya kebiasaan saling bertukar pikiran maupun menyatakan pendapat dalam keluarga juga turut berkontribusi pada pemahaman nilai-nilai tersebut. Saya juga termasuk orang yang cepat akrab dengan kenalan baru, saya merasa aman-aman saja bergaul dengan siapa saja.. Anggapan “katong semua bersaudara” agaknya cukup terbawa sampai ke salatiga. Awalnya hal ini saya anggap biasa namun ada juga teman-teman lain yang cukup menjaga jarak untuk tidak terlalu dekat dengan orang asal daerah tertentu.</p>
<p>Di sisi lain, terkadang saya cukup gregetan (tidak sabar) perilaku beberapa orang bersuku Jawa yang terkadang menurut ku terlalu lamban. Mereka kurang ekspresif seperti kami. Apalagi teman-teman perempuan yang menurut saya kadang terkesan tidak berdaya serta pasrah pada keadaan. Ketika memutuskan untuk sharing dengan beberapa teman lain, mereka kurang sependapat dengan yang katakan. Bagi mereka perilaku seorang teman saya tidak se-menyebalkan yang saya rasakan. Mungkin saya telah terbiasa berada dalam ritme hidup yang cepat. Segala sesuatu jika dapat langsung dikerjakan, segera mungkin dibereskan tanpa berpikir matang terlebih dahulu.</p>
<p>_______________</p>
<p>to be continued…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=63&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2009/02/05/cross-culture-reflection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/12/17/53/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/12/17/53/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 16:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merlyaclin.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[TRUTH
or
DARE
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=53&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>TRUTH</p>
<p>or</p>
<p>DARE</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=53&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/12/17/53/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 &#8211; 17 oktober, dialog kebangsaan</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/11/20/15-17-oktober-dialog-kebangsaan/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/11/20/15-17-oktober-dialog-kebangsaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 11:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merlyaclin.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Day 1 Kami tiba di Surabaya pukul 5 subuh diantar oleh travel langsung didepan Hotel Bisanta, setelah menempuh kira-kira 7 jam perjalanan karena waktu check in menurut susunan acara baru akan dilaksanakan jam 11 siang kami menunggu dilobi, namun setelah itu receptionis mempersilahkan kami untuk beristirahat dikamar terlebih dahulu. Mungkin karena melihat wajah kami yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=51&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Day 1</strong> Kami<span> </span>tiba di Surabaya pukul 5 subuh diantar oleh travel langsung didepan Hotel Bisanta, setelah menempuh kira-kira 7 jam perjalanan karena waktu check in menurut susunan acara baru akan dilaksanakan jam 11 siang kami menunggu dilobi, namun setelah itu receptionis mempersilahkan kami untuk beristirahat dikamar terlebih dahulu. Mungkin karena melihat wajah kami yang kelelahan. Sekitar pukul 12 pendaftaran ulang dilanjutkan dengan makan siang dan pukul 14.00 pertemuan perdana dilaksanakan dalam Hall Bisanta Hotel. Disana kami saling berkenalan satu dengan yang lain. Beberapa pejabat memberikan kata sambutan, dan lebih menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini dilaksananakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sekedar kilas balik, kami ini mahasiswa seluruh Indonesia yang mewakili universitasnya masing-masing. Sebelumnya kami diselesi terlebih dahulu dengan persyaratan menuliskan sebuah karya tulis serta solusi yang dapat dilakukan dengan pilihan tema 1. Pengaruh kemiskinan terhadap nasionalisme bangsa dan Pemahaman mulitikultural terhadap keutuhan NKRI. Saya memilih topik kedua dengan mengangkat tema pendidikan multikulturalisme.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Berlanjut dengan pembahasan kegiatan acara, sebelum peserta melakukan dialog diadakan pembagian kelompok berdasarkan topik yang telah ditulis karena hasil dari dialog kebangsaan adalah berupa sebuah makalah yang merupakan hasil pertemuan pemahaman dan penggodokan mahasiswa-mahasiswa. Suguhan pengetahuan pertama yang kami terima adalah <strong>Multikulturalisme Indonesia : Jawaban terhadap kemajemukan</strong>, yang disampaikan oleh Bapak Daniel Sparringa, beliau adalah Dosen di Universitas Airlangga dan materi ini diambil dari bukunya yang berjudul “Hidup Berbangsa : Etika Multikultural”. Dalam materinya, ia meyakini bahwa multikulturalisme merupakan sebuah gagasan yang perlu diperjuangkan. Multikulralisme merupakan sebuah keyakinan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (<em>ethnic and cultural groups</em>) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip <em>co-existence </em>yang ditandai dengan menghargai budaya lain. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beragam kelompok-kelompok etnik dan budaya yang berbeda dominasinya di satu pihak memiliki kesanggupan untuk memelihara identitas kelompoknya dan dipihak lain mampu berinteraksi dalam ruang bersama yang ditandai oleh kesediaan untuk menerima pluralism dan toleransi (mengakui dan menghormati perbedaan).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ada juga Indra Jaya Piliang, beliau membawakan materi <strong><span lang="IN">Penentuan Nasib Sendiri<br />
bagi Masyarakat Adat</span></strong>. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan pemateri yang kedua yaitu Prof. Dr. Hotman F. Siahaan yang juga mengupas tuntas mengenai multikulkturalisme yang turut memperkaya variasi komponen kognitif saya. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Sesi berikutnya adalah dilakukannya dialog masing-masing kelompok (kel. Multikultur dan Kel. Miskin) beberapa mahasiswa dipilih untuk mempresentasikan karya tulisnya.</p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br /> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Day 2 </strong>Pada Hari kedua, lebih banyak dibicarakan adalah mengenai kemiskinan Bangsa, tiga pemateri sekaligus yaitu Dr. Kurtubi yang membawa makalah berjudul <strong><span lang="EN-GB">Salah Urus Dalam Pengelolaan SDA Dan Dampaknya Terhadap Kemiskinan dan Kemandirian Bangsa</span></strong><span lang="EN-GB"> </span>, beliau adalah pengamat perminyakan Indonesia ia mengatakan bahwa generasi muda perlu mengetahui bagaimana sumber kekayaan alam nasional selama ini dikelola. Beberapa landasan pertanyaan yang dibahas Apakah Sudah Sesuai Dengan Konstitusi ? Apakah Sudah Effisien Secara Ekonomi ? Apakah Sudah Menguntungkan Rakyat ?Apakah Tidak Akan Menjadi Beban Generasi Yang Akan Datang ? Perhitungan diatas kertas, Indonesia tidak mungkin menjadi negara dengan jumlah penduduk miskin sejumlah <span>39.050.000 jiwa karena memiliki potensi sumber daya alam yang sedemikian kaya. Peraturan-peraturan yang dirancang membawa kerugian jangka panjang bagi rakyat Indonesia. Secara pribadi dengan melihat semangat Bapak Kurtubi dalam menyampaikan apa yang ia katakan sebuah kebenaran, maka </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span>Hendri Saparini, Ph.D mengenai <strong><span lang="FI">Dampak Pengelolaan SDA Yang Amburadul Pada Kemiskinan dan Kemandirian Bangsa</span></strong><span lang="FI"> </span>serta Refrisond Baswir. Mereka banyak Mengungkapkan permasalahan-permasalahan kebangsaan, pemahaman-pemahaman mengenai sejarah bangsa Indonesia terkait bidang perekonomian dan pengelolaan SDA.kurang lebih garis besarnya adalah pengelolaan Sumber daya alam Indonesia yang tidak tepat, banyak terjadi pelanggaran yang telah berlangsung secara turun temurun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Setelah itu sampai pada malam hari, kelompok berdikusi dan merumuskan makalah berdasarkan gabungan makalah teman-teman yang lain, diskusi dilanjutkan hingga pukul 3 pagi. Dalam diskusi tersebut, banyak sekali informasi yang saya dapatkan dari teman-teman Karena malam tersebut adalah malam terakhir dan besok paginya, kelompok harus mempresentasikan hasil diskusinya. Beberapa evaluasi yang saya dapat berikan adalah waktu diskusi yang terlalu singkat. Ini menyebabkan kurang maksimal tukar informasi yang dapat kami lakukan. Selalu terburu waktu dan jadwal kegiatan lain yang harus dilakukan. Namun lebih dari itu dari waktu-waktu yang sangat singkat tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Berikut disertakan sepenggal hasil diskusi terkait pendidikan multikulturalisme berbicara mengenai pendidikan, tidak bisa dipungkiri bahwa wadah sebenarnya dari proses pendidikan adalah keluarga dan sekolah formal. Mengapa dikatakan demikian, karena sekolah formal adalah tempat di mana anak-anak berinteraksi secara intens sejak dini.<span> </span>Di tempat inilah tatanan nilai terinternalisasi oleh anak, termasuk mindset multikultural. Karena mindset diperoleh sejak dini, maka teranglah bahwa peran sekolah sangat besar dalam melakukan pendidikan multikulturalisme.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dalam mendukung pemahaman multikultural, idealnya setting sekolah sendiri sudah mengampanyekan multikultural, dengan menampung siswa dari berbagai macam etnis yang berbeda. Walaupun begitu, tidak dapat pula dinafikan sekolah-sekolah yang identitas etnis / agamanya kental, karena sekolah itu sendiri sudah menjadi bagian dari budaya yang ada. Dalam menghadapi sekolah-sekolah dengan ciri seperti ini, tetap dapat diterapkan pemahaman multikultural dengan cara-cara tertentu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Pendidikan multikultural hendaknya dimasukan pada kurikulum sekolah yang sifatnya kokurikuler dan hiden curriculum (kurikulum yang tak tertulis dan terencana tetapi proses internalisasi nilai, pengetahuan, dan keterampilan justru terjadi di kalangan peserta didik), dikarenakan kalau dimasukkan sebagai kurikulum resmi atau tambahan mata pelajaran baru tentu akan menambah beban berat bagi guru maupun siswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pendidikan multikultural dapat dilakukan dengan cara mensetting sekolah sebagai miniatur dari kehidupan masyarakat sebenarnya. Di sekolah tersebut terdiri dari siswa maupun guru yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, etnik, agama maupun kelas sosial dikarenakan prinsip pembelajaran yang tepat yaitu learning by doing dimana siswa dapat belajar secara langsung dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan tentang keberagaman, yang diharapkan pemahaman akan multikulturalisme dapat terbentuk dan siswa mampu mengaplikasikannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk kelas yang beragam latar belakang budaya siswanya, maka gaya mengajar guru yang paling tepat digunakan yaitu gaya demokratis (Donna Styles, 2004 : 3). Melalaui pendekatan demokrasi ini, para guru dapat menggunakan beragam strategi pembelajaran, seperti dialog, simulasi, bermain peran, observasi, dan penanganan kasus (Abdullah Aly dalam Maula, 2006). Melalui dialog para guru, misalnya mendiskusikan bahwa semua orang dari budaya apapun ternyata juga menggunakan hasil kerja orang lain dari budaya lain. Sementara itu, melalui simulasi dan bermain peran, para siswa difasilitasi untuk memerankan diri sebagai orang-orang yang memiliki agama, budaya, dan etnik tertentu dalam pergaulan sehari-hari. Dalam moment-momen tertentu, diadakan proyek dan kepanitiaan bersama, dengan melibatkan aneka macam siswa dari berbagai agama, etnik, budaya, dan bahasa yang beragam. Sedangkan mealalui observasi dan penanganan kasus, siswa dan guru difasilitasi untuk tinggal beberapa hari di masyarakat multikultur. Mereka diminta untuk mengamati proses sosial yang terjadi diantara individu dan kelompok yang ada, sekaligus untuk melakukan mediasi bila ada konflik diantara mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pendidikan multikultural hendaknya marevisi buku-buku pelajaran yang mendeskriminasi kaum minoritas dan hendaknya materi pelajaran dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga tidak terjadi bias. Jadi, guru perlu menelaah secara kritis tentang materi dan bahan ajar yang akan disampaikan dalam setiap proses pembelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Selain itu, maksimalitas fungsi perpustakaan yang selama ini sebagai tempat baca dan memperoleh bahan-bahan tinjauan pustaka juga sangat strategis dalam peningkatan pemahaman multikulturalisme. Lebih khusus pada anak-anak yang lebih tertarik<em> </em>dengan komunikasi dengan stimulus visual. Buku-buku dengan desain visualisasi menarik yang memperkenalkan dan menceritakan kekayaan budaya bangsa yang begitu beragam sebagai bagian dari pribadinya sendiri. Buku adalah jendela dunia. Melalui bacaan, seseorang dapat pergi ke sebuah tempat yang belum pernah ia kunjungi, mengenali sesuatu yang belum ia ketahui sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Sebagai permasalahan kebangsaan, hendaknya pemahaman multikulturalisme ini tidak saja hanya dibebankan kepada pemerintah. Sepatutnya seluruh civitas bangsa merasa bertanggung jawab dan turut serta dalam hal ini. Seperti telah diungkap dalam pemaparan awal, keluarga dan sekolah formal merupakan basis fundamental pendidikan. Keluarga sebagai institusi terkecil dari bangsa, hendaknya menyadari perannya yang sedemikian signifikan. Setiap anggota perlu memahami peran sosial yang melekat secara humanistik ketika dilabelkan status tertentu. Misalnya orang tua berperan menanamkan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan prinsip keyakinan yang dipercayai. Sejak dalam keluarga dengan usia sedini mungkin, anak diajarkan untuk tidak membeda-bedakan orang lain yang “berbeda” dari dirinya, pemahaman akan toleransi dan saling menghargai sebagai sesama manusia.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Day 3</strong> Kemudian pada hari terakhir kedua kelompok mempresentasikan makalah masing-masing dilanjutkan dengan diskusi Tanya jawab antar kelompok. Telah tersusuh dua buah makalah kelompok yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan DIKTI dalam mengambil keputusan ataupun menetapkan kebijakan terkait bidang pendidikan Indonesia. Kurang lebih pada jam 13.00 kegiatan ditutup dan peserta mengurus administrasi penggantian uang tiket. namun kebersamaan kami tidak berhenti, kami sempatkan untuk berjalan-jalan karena lokasi hotel tidak jauh dari tempat-tempat wisata, dan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah masing-masing. Pengalaman yang amat sangat singkat namun memberikan kesan yang mendalam. Dapat membangun forum komunikasi antar mahasiswa seluruh Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal">Selanjutnya, kami para peserta dialog kebangsaan punya komitmen untuk terus berhubungan dengan membuat sebuah blog, bersama-sama bergerak untuk memajukan Indonesia.</p>
<h2></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=51&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/11/20/15-17-oktober-dialog-kebangsaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Multikulturalisme</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/pendidikan-multikulturalisme/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/pendidikan-multikulturalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 13:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merlyaclin.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Multikulturalisme
Merly Aclin Nuasizta Klaas[1]
 
 
 
I Latar Belakang
Multikulturalisme. Tergambar dengan jelas di kepala saya ketika mendengar kata tersebut adalah bendera merah putih milik Negara kesatuan Republik Indonesia. Salah satu negara yang dapat langsung diasosiasikan dengan istilah tersebut. Multikulturalisme, sebuah kata yang dapat memunculkan banyak interpretasi dan asosiasi yang dapat dipadankan. Hal ini dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=44&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:center;text-indent:-72.55pt;margin:0 0 12pt 108pt;" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan Multikulturalisme</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Merly Aclin Nuasizta Klaas</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">I<span> </span>Latar Belakang</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Multikulturalisme. Tergambar dengan jelas di kepala saya ketika mendengar kata tersebut adalah bendera merah putih milik Negara kesatuan Republik Indonesia. Salah satu negara yang dapat langsung diasosiasikan dengan istilah tersebut. Multikulturalisme, sebuah kata yang dapat memunculkan banyak interpretasi dan asosiasi yang dapat dipadankan. Hal ini dapat kita maknai sebagai 1. Keajaiban dan kebesaran Tuhan yang menciptakan menusia dengan berbagai karakteristik dan keunikan masing-masing ciptaannya. Tidak ada satu manusia pun yang persis sama fisik dan karakternya di dunia ini. 2. Ada jutaan orang diluar sana yang “berbeda” dengan yang dinamakan diri sendiri. </span><span style="font-family:&quot;">Perbedaan dapat memperat bahkan menceraikan sebuah kesatuan yang telah terbentuk. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Multikultural berarti beraneka ragam kebudayaan. Menurut Parsudi Suparlan (2002) akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Negara Kesatuan Republik Indonesia sendiri dibangun dalam beragam berbedaan suku dan bahasa. Yang menjadikan negara ini kaya akan kebudayaan dan punya karakteristik dibandingkan negara-negara lain. Indonesia dikenal luas sebagai bangsa yang terdiri dari 3000 suku bangsa, yang masing-masing mempunyai identitas kebudayaan sendiri, (diakui) dan mempunyai daerah teritorial.</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Namun yang terjadi sekarang adalah degradasi akan rasa kebangsaan dan kebanggaan itu sendiri. Perbedaan yang dahulu menjadi kekayaan, sekarang malah ditengarai menjadi faktor pemicu beberapa konflik bernuansa sara di negara tercinta ini . Perbedaan yang ada benar-benar membuat kita merasa menjadi bagian yang terpisah satu dengan yang lainnya. dari banyak studi menyebutkan<span> </span>salah satu penyebab utama dari konflik ini adalah akibat lemahnya pemahaman dan pemaknaan tentang konsep kearifan budaya. </span><span style="font-family:&quot;">Terdapat berbagai konsep multikulturalisme dari bermacam perspektif <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>yaitu :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Pada hampir sebagian negara berkembang, multikulturalisme merupakan konsep social yang diintroduksikan kedalam pemerintahan agar pemerintahan dapet menjadikannya sebagai kebijakan pemerintah</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Dikaitkan dengan pendidikan multikultural (multicultural education), multikuturalisme merupakan strategi pendidikan yang memanfaatkan keragaman latar kebudayaan dari peserta didik sebagai salah satu kekuatan untuk membentuk sikap multikultural.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Multikultural sebagai sebuah ideologi dapat dikatakan sebagai gagasan bertukar pengetahuan dan keyakinan yang dilakukan melalui pertukaran budaya atau perilaku budaya setiap hari.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, jalur mana yang paling masuk akal dan dapat kita lewati dalam mengatasi degradasi pemahaman multikultural yang terkait keutuhan NKRI? </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Sebagai yang dikatakan kaum Intelektual, kita dapat masuk melalui ranah Pendidikan. Karena melalui ini, kaum-kaum termuda sekalipun dapat dijangkau. Kelak yang akan menjadi pemimpin-pemimpin dan warga negara yang akan bertanggung jawab atas keutuhan NKRI.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">II.<span> </span>Perumusan Masalah </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kebijakan Pendidikan yang seperti apa yang dapat diambil agar dapat mengatasi degradasi pemahaman Multikulturalisme NKRI?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">III.<span> </span>Tujuan Penelitian</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Memperoleh sebuah rumusan alternative solusi yang dapat dilakukan demi meningkatkan pemahaman multikulturalisme terkait dengan keutuhan NKRI khususnya melalui bidang pendidikan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">IV.<span> </span>Manfaat Penelitian</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Diperoleh sebuah rumusan solusi alternatif yang dapat dilakukan demi meningkatkan pemahaman multikulturalisme terkait dengan keutuhan NKRI khususnya melalui bidang pendidikan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">V.<span> </span>Mengembangkan Pemahaman Multukulturalisme melalui Pedidikan</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Mantan Menteri Pendidikan Nasional, Malik Fajar (2004) pernah mengatakan pentingnya pendidikan multikulturalisme di Indonesia. Menurutnya, pendidikan multikulturalisme perlu ditumbuhkembangkan, karena potensi yang dimiliki Indonesia secara kultural, tradisi, dan lingkungan geografi serta demografis sangat luar biasa. Baik itu pendidikan formal maupun non-formal, jalur pendidikan mempunyai peran besar untuk mengatasi hal ini.</span><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan dalam keluarga juga harus terus dimaksimalkan. Orang tua dan masyarakat juga turut bertanggung jawab atas pemahaman anak yang positif dan benar mengenai multikulturalisme ini. Seringkali keluarga yang justru memberikan pemahaman yang salah pada anak. Misalnya dengan melarang anak bergaul dengan orang-orang dari suku bangsa tertentu dengan alasan orang-orang yang berasal dari suku tersebut mempunyai <em>track record</em> yang kurang baik. Misalnya teman-temannya dari kawasan Indonesia timur adalah anak-anak yang sering membuat masalah, tidak dapat mengontrol diri, suka meminum minuman keras sehingga sedapatnya tidak usah bergaul dengan orang-orang dari kawasan Indonesia timur. Jika yang terjadi seperti ini, maka dari kecil anak telah dididik untuk membeda-bedakan dalam berinteraksi dengan orang lain (diskriminasi)<span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Jalur ini dapat dimasuki untuk menjangkau orang dari berbagai golongan umur. Sejak masih dibangku Taman kanak-kanak yang peserta didiknya adalah anak-anak berusia 5-7 tahun sampai pada jenjang pendidikan program Pasca sarjana yang identik dengan orang-orang yang berintelektual tinggi.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Penanaman pemahaman multikultural sebaiknya dilaksanakan sedini mungkin. Sehingga terus akan terkonstruksi dalam kognisi anak rasa kepemilikan dan kebanggaan akan budaya bangsa hinggi ketika ia dewasa nanti. Menurut pengalaman dan obseravasi yang saya lakukan, untuk menanamkan kecintaan budaya lokal miliknya sendiri cukup sulit. Telah ada mata pelajaran Muatan Lokal yang memuat cerita-cerita rakyat daerah setempat, namun dirasakan juga kurang efektif untuk menanamkan cinta budaya sendiri. Apalagi jika harus mempelajari dan mencintai budaya luar daerahnya yang tidak terlalu familiar bagi peserta didik.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pengemasan dalam penyampaian informasi turut berperan penting dalam keberhasilan transfer pemahaman ini.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Solusi alternatif :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Pemberlakuan kurikulum tentang kebudayaan NKRI sejak bangku sekolah dasar.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><span style="font-family:&quot;">Telah dibahas diatas bahwa sedini mungkin anak ditanamkan rasa bangga dan cinta akan tanah air.<span> </span>Tidak hanya mempelajari budaya lokalnya tetapi juga budaya Indonesia secara keseluruhan. Anak tidak hanya diminta menghafalkan Propinsi serta Ibukota propinsinya juga tetapi dikemas dengan cara menarik misalnya pengenalan akan baju adat, tarian dan lagu masing-masing daerah dari seluruh Indonesia dapat dilakukan melaui festival-festival 17 agustusan. Minimal anak mempunyai pemahaman bahwa budaya tersebut juga adalah bagian dari dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Memaksimalkan fungsi Perpustakaan sebagai tempat untuk memperkaya diri dengan pengetahuan yang seluas-luasnya. Penyediaan buku-buku dan sarana belajar yang dapat memperkenalkan budaya seluruh Indonesia kepada peserta didik. Anggapan bahwa ada budaya yang lebih diatas dari budaya yang lainnya, akan menimbulkan rasa lebih penting dari pada yang lain. Hal ini merupakan benih hilangnya rasa kepemilikan dan cinta akan kebudayaan NKRI utuh yang berasal dari seluruh daerah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Pendidikan keluarga mengenai kebudayaan yang lengkap bagi anak. Keluarga sedini mungkin memperkenalkan anak akan kebudayaan Indonesia dengan berbagai cara misalnya mengajak anak mengunjungi tempat wisata budaya local.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Bagi mahasiswa terus berusaha mengungkap kekayaan budaya bangsa Indonesia. Dinas Pendidikan dapat membuat kompetisi karya tulis ilmiah bagi mahasiswa dengan tema Kebudayaan Indonesia. Masih banyak budaya Indonesia yang belum dikenal luas karena kurangnya penulis-penulis muda yang membuat tulisan mengenai budaya bangsa Indonesia sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><span style="font-family:&quot;">Titik awal dalam mengupayakan pemahaman multikulturalisme Indonesia yang positif akan dimulai ketika ada rasa kepemilikan akan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dan cinta akan tanah air demi terjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;line-height:115%;" lang="SV"> Mahasiswi S1 Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"> <span lang="SV">Liliweri, Alo.2005.<em>”Prasangka dan Konflik :Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur”.</em>LKiS Pelangi Aksara.Yogyakarta.Hal:6</span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;line-height:115%;" lang="SV"> Liliweri, Alo.2005.<em>”Prasangka dan Konflik :Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur”.</em>LKiS Pelangi Aksara.Yogyakarta.Hal:68-69</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span lang="SV"> </span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;line-height:115%;"> <cite><span style="font-family:&quot;">pustakawan.pnri.go.id</span></cite></span></p>
<p class="MsoFootnoteText">
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=44&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/pendidikan-multikulturalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>reFleCTioN</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/reflection/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/reflection/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 13:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal life]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merlyaclin.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Look at me, 
Kau mungkin berpikir sedang menatap aku yang sebenarnya
Tapi kau tidak pernah tahu siapa sebenarnya aku
Setiap hari,
Sama seperti memainkan sebuah adegan
Sekarang aku melihat
Aku dapat memuaskan dunia 
Tetapi aku tidak dapat memuaskan hatiku
 
Aku sekarang, ada dalam sebuah dunia 
yang mengharuskan ku untuk menyembunyikan hatiku dan apa yang kupercayai
Tetapi kadang-kadang aku akan menunjukkan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=40&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Look at me, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kau mungkin berpikir sedang menatap aku yang sebenarnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Tapi kau tidak pernah tahu siapa sebenarnya aku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Setiap hari,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Sama seperti memainkan sebuah adegan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Sekarang aku melihat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Aku dapat memuaskan dunia </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Tetapi aku tidak dapat memuaskan hatiku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Aku sekarang, ada dalam sebuah dunia </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">yang mengharuskan ku untuk menyembunyikan hatiku dan apa yang kupercayai</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Tetapi kadang-kadang aku akan menunjukkan kepada dunia apa yang ada didalam hatiku dan siapa yang kucintai</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Siapakah gadis yang kulihat, menatap balik padaku dengan tajam?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Mengapa bayanganku adalah seseorang yang tidak kukenal?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Haruskah aku mengingkari bahwa aku adalah orang yg berbeda dalam setiap waktu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Kapan bayanganku akan menunjukan siapa kah aku sebenarnya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Disini ada hati yang harus terbang dengan bebas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Yang membakar dengan keinginan untuk mengetahui alasan mengapa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Mengapa kita harus menutupi apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Aku berjuang untuk menutupi </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Aku tidak ingin mengingkari bahwa diriku orang yang berbeda sepanjang waktu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Kapankah bayanganku akan menunjukan siapakah diriku yang sebenarnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Reflection-Christina Aguilera</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=40&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/10/13/reflection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/09/16/angan-kedepan-setelah-studi/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/09/16/angan-kedepan-setelah-studi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 00:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merly-aclin.blog.friendster.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Menteri Pendidikan Nasional, Malik Fajar (2004) pernah mengatakan pentingnya pendidikan multikulturalisme di Indonesia. Menurutnya, pendidikan multikulturalisme perlu ditumbuhkembangkan, karena potensi yang dimiliki Indonesia secara kultural, tradisi, dan lingkungan geografi serta demografis sangat luar biasa. Baik itu pendidikan formal maupun non-formal, jalur pendidikan mempunyai peran besar untuk mengatasi hal ini.[1]
Pendidikan dalam keluarga juga harus terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=24&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Mantan Menteri Pendidikan Nasional, Malik Fajar (2004) pernah mengatakan pentingnya pendidikan multikulturalisme di Indonesia. Menurutnya, pendidikan multikulturalisme perlu ditumbuhkembangkan, karena potensi yang dimiliki Indonesia secara kultural, tradisi, dan lingkungan geografi serta demografis sangat luar biasa. Baik itu pendidikan formal maupun non-formal, jalur pendidikan mempunyai peran besar untuk mengatasi hal ini.</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan dalam keluarga juga harus terus dimaksimalkan. Orang tua dan masyarakat juga turut bertanggung jawab atas pemahaman anak yang positif dan benar mengenai multikulturalisme ini. Seringkali keluarga yang justru memberikan pemahaman yang salah pada anak. Misalnya dengan melarang anak bergaul dengan orang-orang dari suku bangsa tertentu dengan alasan orang-orang yang berasal dari suku tersebut mempunyai <em>track record</em> yang kurang baik. Misalnya teman-temannya dari kawasan Indonesia timur adalah anak-anak yang sering membuat masalah, tidak dapat mengontrol diri, suka meminum minuman keras sehingga sedapatnya tidak usah bergaul dengan orang-orang dari kawasan Indonesia timur. Jika yang terjadi seperti ini, maka dari kecil anak telah dididik untuk membeda-bedakan dalam berinteraksi dengan orang lain (diskriminasi)<span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Jalur ini dapat dimasuki untuk menjangkau orang dari berbagai golongan umur. Sejak masih dibangku Taman kanak-kanak yang peserta didiknya adalah anak-anak berusia 5-7 tahun sampai pada jenjang pendidikan program Pasca sarjana yang identik dengan orang-orang yang berintelektual tinggi.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Penanaman pemahaman multikultural sebaiknya dilaksanakan sedini mungkin. Sehingga terus akan terkonstruksi dalam kognisi anak rasa kepemilikan dan kebanggaan akan budaya bangsa hinggi ketika ia dewasa nanti. Menurut pengalaman dan obseravasi yang saya lakukan, untuk menanamkan kecintaan budaya lokal miliknya sendiri cukup sulit. Telah ada mata pelajaran Muatan Lokal yang memuat cerita-cerita rakyat daerah setempat, namun dirasakan juga kurang efektif untuk menanamkan cinta budaya sendiri. Apalagi jika harus mempelajari dan mencintai budaya luar daerahnya yang tidak terlalu familiar bagi peserta didik.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pengemasan dalam penyampaian informasi turut berperan penting dalam keberhasilan transfer pemahaman ini.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Solusi alternatif :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Pemberlakuan kurikulum tentang kebudayaan NKRI sejak bangku sekolah dasar.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><span style="font-family:&quot;">Telah dibahas diatas bahwa sedini mungkin anak ditanamkan rasa bangga dan cinta akan tanah air.<span> </span>Tidak hanya mempelajari budaya lokalnya tetapi juga budaya Indonesia secara keseluruhan. Anak tidak hanya diminta menghafalkan Propinsi serta Ibukota propinsinya juga tetapi dikemas dengan cara menarik misalnya pengenalan akan baju adat, tarian dan lagu masing-masing daerah dari seluruh Indonesia dapat dilakukan melaui festival-festival 17 agustusan. Minimal anak mempunyai pemahaman bahwa budaya tersebut juga adalah bagian dari dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Memaksimalkan fungsi Perpustakaan sebagai tempat untuk memperkaya diri dengan pengetahuan yang seluas-luasnya. Penyediaan buku-buku dan sarana belajar yang dapat memperkenalkan budaya seluruh Indonesia kepada peserta didik. Anggapan bahwa ada budaya yang lebih diatas dari budaya yang lainnya, akan menimbulkan rasa lebih penting dari pada yang lain. Hal ini merupakan benih hilangnya rasa kepemilikan dan cinta akan kebudayaan NKRI utuh yang berasal dari seluruh daerah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Pendidikan keluarga mengenai kebudayaan yang lengkap bagi anak. Keluarga sedini mungkin memperkenalkan anak akan kebudayaan Indonesia dengan berbagai cara misalnya mengajak anak mengunjungi tempat wisata budaya local.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Bagi mahasiswa terus berusaha mengungkap kekayaan budaya bangsa Indonesia. Dinas Pendidikan dapat membuat kompetisi karya tulis ilmiah bagi mahasiswa dengan tema Kebudayaan Indonesia. Masih banyak budaya Indonesia yang belum dikenal luas karena kurangnya penulis-penulis muda yang membuat tulisan mengenai budaya bangsa Indonesia sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><span style="font-family:&quot;">Titik awal dalam mengupayakan pemahaman multikulturalisme Indonesia yang positif akan dimulai ketika ada rasa kepemilikan akan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dan cinta akan tanah air demi terjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;"> <cite><span style="font-family:&quot;">pustakawan.pnri.go.id</span></cite></span></p>
<p class="MsoFootnoteText">
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merlyaclin.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merlyaclin.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=24&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/09/16/angan-kedepan-setelah-studi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesta Rakjat&#8230;</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/07/29/pesta-rakjat/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/07/29/pesta-rakjat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 09:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merly-aclin.blog.friendster.com/2008/07/pesta-rakjat/</guid>
		<description><![CDATA[peSta Rakjat 2008 tanggal 21-25 juli kemarin, banyak hal
yang terjadi ( yaialah namanya juga 5 hari masa sedikit yang terjadi…??!!!)
1.menggila bersama…
Psikologi yang beberapa anggapan selalu bermain aman. Mulai di pecahkan. Fakultas ini menjadi pioner beberapa hal dalam lingkungan UKSW . (ga usah dispesifikan apa y). Yang bisa saya simpulkan, cenderung untuk tidak mau terlihat terlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=21&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://photos-p.friendster.com/photos/63/14/35354136/1_974680397l.jpg"><img title="Pesta Rakjat 2008" src="http://photos-p.friendster.com/photos/63/14/35354136/1_974680397l.jpg" alt="Angkatan 2006 di Pesta Rakjat 2008" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Angkatan 2006 di Pesta Rakjat 2008</p></div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;">peSta Rakjat 2008 tanggal 21-25 juli kemarin, banyak hal<br />
yang terjadi ( yaialah namanya juga 5 hari masa sedikit yang terjadi…??!!!)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;">1.<span dir="ltr">menggila bersama…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;">Psikologi yang beberapa anggapan selalu bermain aman. <span lang="IT">Mulai di pecahkan. </span><span lang="SV-FI">Fakultas ini menjadi pioner beberapa hal dalam lingkungan UKSW . (ga usah dispesifikan apa y). Yang bisa saya simpulkan, cenderung untuk tidak mau terlihat terlalu menonjol dan staBil&#8230; tetapi makin kesini mulai terjdi konflik dalam fakultas itu sendiri yang paling ga membuktikan bahwa orang-orang yang ada didalamnya itu hidup dan bergerak sehingga menggesek dan berbenturan satu dengan yang lain. Jadi konFlik itu sebuah ”pertanda” yang baik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;">2. Khususnya buat my LovLy two thousand n Six…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">Senang rasanya kita bisa ketawa bersama dan saling supPort satu dg yang lain&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">Awal yang sangat baik, mengingat tahun ini merupakan tahunnya 2006 untuk pegang kendali dan lead&#8230; banyak sekali potensi yang ada , tinggAL sekarang tugas kita bersama adalah how to use it dan impacting sociaty&#8230;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">sMGT&#8230; walopun ada bbrp pihak yang sedikit pesimis tentang eksistensi kita ga papa&#8230; itu jadi pemacu buat kita berefleksi diri dan mulai berbenah mana yang harus kita hilangkan dan yang harus kita TingKatkan&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">3.</span><span dir="ltr"><span lang="SV-FI">Hidup ku semakin luar biasa akhir-akhir ini,,,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">Sadar betul skrg ANDraGogi (pembelajaran Orang dewasA) yang Ia ijinkan bukan lagi hal yang anak-anak tapi sdh naik level.,&#8230; (senangnya)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">Semua yang Bapa kehendaki terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan bagiKu&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">Skrg mungkin sakit tapi akan kelihatan buaHnya nanti&#8230;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span style="font-size:1.2em;color:#0033ff;"><span lang="SV-FI">smKn cinta Bapa nih&#8230;.</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merlyaclin.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merlyaclin.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=21&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/07/29/pesta-rakjat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-p.friendster.com/photos/63/14/35354136/1_974680397l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pesta Rakjat 2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari seekor Ngengat</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/25/pelajaran-dari-seekor-ngengat/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/25/pelajaran-dari-seekor-ngengat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 05:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merly-aclin.blog.friendster.com/2008/06/pelajaran-dari-seekor-ngengat/</guid>
		<description><![CDATA[malam itu saya berbicara dengan seekor ngengat.Ia sedang berusaha masuk ke dalam sebuah bohlam lampu yang menyala dan membakar dirinya sendiri di kawat listrik lampu tersebut.&#34;mengapa kalian melakukan aksi akrobat ini?&#34; tanya saya kepadanya.Karena ini adalah hal yang konvesional bagi para ngengat? atau coba saja,jika itu ternyata merupakan sebuah lilin yang tak tertutup, bukan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=20&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:1.2em;color:#ff3300;"><br />malam itu saya berbicara dengan seekor ngengat.<br />Ia sedang berusaha masuk ke dalam sebuah bohlam lampu yang menyala <br />dan membakar dirinya sendiri di kawat listrik lampu tersebut.<br />&quot;mengapa kalian melakukan aksi akrobat ini?&quot; tanya saya kepadanya.<br />Karena ini adalah hal yang konvesional bagi para ngengat? atau coba saja,<br />jika itu ternyata merupakan sebuah lilin yang tak tertutup, bukan sebuah bohlam lampu,<br />Kamu sekarang bisa-bisa menjadi abu yang kecil dan tak terlihat.<br />apakah kamu tidak punya akal sehat?&quot;<br />&quot;Banyak,&quot; jawabnya,&quot; tapi kadang kami meresa lelah dan bosan dengan rutinitas<br />dan mendambakan keindahan dan kegembiraan.<br />api itu indah dan kami tahu jika kami terlalu dekat dengan api itu akan <br />membunuh kami,<br />Tapi apa gunanya?<br />Lebih baik merasa senang sessat dan terbakar ditengah keindahan<br />ketimbang hidup untuk waktu yang panjang dan bosan yang terus menerus.<br />jadi kami menggulung seluruh hidup kami ke dalam satu gumpalan kecil,<br />dan kemudian kami menembak gulungan tersebut.<br />itulah kegunaan hidup.<br />lebih baik menjadi bagian dari keindahan selama satu waktu yang singkat<br />Dan kemudian berhenti hidup.<br />ketimbang ada selamanya dan tidak pernah menjadi bagian dari keindahan.<br />sikap kami menghadapi hidup adalah<br />datang dengan santai, pergi dengan santai.<br />kami seperti manusia dahulu sebelum mereka menjadi terlalu beradab<br />untuk menikmati dunia mereka sendiri.&quot;<br />dan sebelum saya bisa membantah filosofinya,<br />Ia pergi dan mengorbankan dirinya sendiri disebuah pemantik api rokok <br />yang tengah menyala.<br />saya tidak setuju dengannya. <br />saya sendiri, akan lebih memilih untuk memiliki separuh kebahagiaan<br />dan dua kali lipat umur panjang.<br />namun di saat yang sama, <br />saya berharap ada sesuatu yang saya inginkan<br />sebesar keinginananya untuk menghanguskan dirinya sendiri. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merlyaclin.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merlyaclin.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=20&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/25/pelajaran-dari-seekor-ngengat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LiL&#8221; kekacauan n KeLuarbiasaan!!!!</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/14/lil-kekacauan-n-keluarbiasaan/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/14/lil-kekacauan-n-keluarbiasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 11:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merly-aclin.blog.friendster.com/2008/06/lil-kekacauan-n-keluarbiasaan/</guid>
		<description><![CDATA[Ntar senen depan,

16 – 21 juni 2008
ada LLKM, latihan lanjutan Menengah Kepemimpinan
&#160;
Lanjutan dari LMKM&#8230;
&#160;
Actually aku
sedang sangat capek&#8230; klo bias memilih, jangan ikut dulu deh. Kondisi juga lagi
belom maximal&#8230; ditambah tugas n laporan penelitian segepok yang masih menunggu&#8230;
&#160;
GOD&#8230;!!!
&#160;
Loph u dah ah! Hehe
&#160;
Tapi yah itu ga semua
keinginan diri harus dituruti, disinilah sangat diperlukan controlling self. Sejauh
mana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=19&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff0033;"><span lang="SV">Ntar senen depan,<br />
</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff0033;"><span lang="SV">16 – 21 juni 2008<br />
ada LLKM, latihan lanjutan Menengah Kepemimpinan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff0033;"><span lang="SV">&nbsp;</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><strong><span style="color:#ff0033;">Lanjutan dari LMKM&#8230;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><span lang="SV">&nbsp;</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">Actually aku<br />
sedang sangat capek&#8230; klo bias memilih, jangan ikut dulu deh. Kondisi juga lagi<br />
belom maximal&#8230; ditambah tugas n laporan penelitian segepok yang masih menunggu&#8230;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">&nbsp;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">GOD&#8230;!!!</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">&nbsp;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">Loph u dah ah! Hehe</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">&nbsp;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">Tapi yah itu ga semua<br />
keinginan diri harus dituruti, disinilah sangat diperlukan controlling self. Sejauh<br />
mana kita bisa mengendalikan diri kita, menentukan kualitas kita yang sebenarnya&#8230;.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">&nbsp;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#33cccc;"><strong><span lang="SV">Bukan mau excuse atas<br />
semua kesibukan yang ada menyebabkan beberapa hal yg berbau KuLiah terbengkalai!<br />
Kadang bLAnk gitu! Kemarin aja ada tugas psikologi eksperimen yang harusnya deadline<br />
hari Rabu, eh baru disadar hari kamis&#8230;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#cc0099;"><strong><span lang="SV">&nbsp;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:1.2em;color:#cc0099;">Kamis 12 juni</span> jadi<br />
yang sangat melelahkan!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="color:#009933;"><strong><span style="font-size:.8em;">Diawali dengan<br />
bangun pagi telat, kuliah jam 7&nbsp;bangunnya jm stgh 8, ada kuliah lagi jam9 jadi harus kekampus. Ternyata Kelas<br />
filsafat Ilmu dan logika kosong, udah menyusun rencana untuk baca buku yang<br />
udah lama ga kegarap, trus ketemu teman2 katanya tadi pas kelas jam 7 ada tugas<br />
mandirinya. WoUpz langsung menghadap dosen yang cantik n sangat baik hati K Maria<br />
Tobing, untungnya k martob mau kasih tugas susulan dengan batas 45 menit. Trus ternyata<br />
ada tugasnya yang lain yang udah deadline dari kemarin&#8230; whaaa!!!!!!!!! &nbsp;Mati aje &#8230; untung kelas filsafat kosong jadi<br />
ada cukup waktu untuk finishing ntu tugas&#8230; tx to aray too yang sudh<br />
meminjamkan kamar n komputernya untuk dipake kerjain tugas. Langsung sambung<br />
lagi ngerjain tugas antropologi yang ada di Blog sebelumnya&#8230; whusss dalam<br />
waktu 2.5 jam 3 pekerjaan selesai. Langsung ke kampus untuk send via email ke k<br />
Maria, yg lebih menimbulkan pressure itu, selama dari pagi sampe siang ntu<br />
Mulesss abisss, jadi bawaannya lemes aja! Beneran dah klo bukan karena<br />
pertolongan lovely God ga tau deh itu bisa selesai pa ga!</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#cc0033;">Hmm sekarang try to lebih focus saja.. pa lagi ada responsibility<br />
baru Asisten Statistika Lanjutan&#8230;.&nbsp;ni<br />
nanti pasti harus lebih keras lagi usaha nya coz ntar bakalan bolos eh ijin 1<br />
minggu lagi!&#8230;.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#cc0033;">&nbsp;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">but, udah ga sabar banget! Banyak hal yg akan jadi pelajaran<br />
selama 5 hari kedepan ini!!!</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff3366;">YeSZZ come give it to me!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Hehehehe…..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merlyaclin.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merlyaclin.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=19&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/14/lil-kekacauan-n-keluarbiasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku telah memberimu harapan hidup&#8230;</title>
		<link>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/11/aku-telah-memberimu-harapan-hidup/</link>
		<comments>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/11/aku-telah-memberimu-harapan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 08:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merlyaclin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merly-aclin.blog.friendster.com/2008/06/aku-telah-memberimu-harapan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Karena rasa
kasihKu yang tak terkira untukmu, aku telah memberimu kelahiran di dalam
harapan yang hidup melalui kematian dan kebangkitan Yesus. 
&#160; &#160; Biarlah mata hatimu
diterangi sehingga kamu akan mengalami harapan yang mengejutkan yang telah Aku siapkan
untukkmu. Sebaga seseorang yang percaya biarlah kamu menerima keuntungan dari
warisanKu yang agung dan berpijak pada kekuatanKu yang hebat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=18&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#339900;"><span lang="SV">&nbsp; &nbsp; Karena rasa<br />
kasihKu yang tak terkira untukmu, aku telah memberimu kelahiran di dalam<br />
harapan yang hidup melalui kematian dan kebangkitan Yesus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#339900;"><span lang="SV"><span style="color:#ff3300;">&nbsp; &nbsp; Biarlah mata hatimu<br />
diterangi sehingga kamu akan mengalami harapan yang mengejutkan yang telah Aku siapkan<br />
untukkmu. Sebaga seseorang yang percaya biarlah kamu menerima keuntungan dari<br />
warisanKu yang agung dan berpijak pada kekuatanKu yang hebat dan tak<br />
tertandingi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#339900;"><span lang="SV"><span style="color:#ff3300;">&nbsp;</span><span style="color:#3300cc;">Aku akan mengisimu dengan semua &nbsp;sema kegembiraan dan kedamaian jika kau<br />
percaya padaKu, sehingga kamu akan dipenuhi dengan harapan yang datang dari<br />
kekuatan roh kudusKu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:1.2em;color:#3300cc;"><span lang="SV">&nbsp;</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:1.4em;">Dengan Cinta,<br />
TUHaN Pengharapanmu</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#cc9900;"><span lang="SV">1 Petrus 1:3;<br />
Efesus 1 : 18-19</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#cc9900;"><span lang="SV">Roma 15:13</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#cc9900;"><span lang="SV">&nbsp;</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merlyaclin.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merlyaclin.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merlyaclin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merlyaclin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merlyaclin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merlyaclin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merlyaclin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merlyaclin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merlyaclin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merlyaclin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merlyaclin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merlyaclin.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merlyaclin.wordpress.com&blog=4913556&post=18&subd=merlyaclin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merlyaclin.wordpress.com/2008/06/11/aku-telah-memberimu-harapan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">merlyaclin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>