A Heaven called Sea
13 Sep 2011 8 Comments
in adventure
Ketertarikan untuk mengekplorasi dunia bawah laut sebenarnya sudah cukup lama saya gumuli (cailehh :p) tapi tidak pernah ada kesempatan sewaktu kuliah di Salatiga. Kita pernah berkali-kali berencana liburan backpacker ke Karimun Jawa, tapi ya itulah se-kos isinya aktivis semua (aktif kegiatan, aktif main, aktif jalan-jalan dll ;p) jadinya pas mendekati hari H udah bisa ditebak, ada aja kondisi yang akhirnya bikin kita semua sepakat untuk membatalkan rencana dan menghibur diri sendiri “Ya sudah kita atur waktu lagi aja” -______- . sampai sekarang sudah balik ke Kupang, rencana backpacker-an itu tidak juga terwujud.
Hobi menyelam sudah sering saya lakukan sejak masih kecil. Bukan di laut, tapi di kali belakang rumah. heuheuheu …
Duluuu pas masi kecil-kecil, kita (anak-anak papa-mama) juga teman-teman sekitar rumah sering sekali maen buaya-buayaan di kali. Eitss, kali nya super duper jernihhhhh lhooo jadi sangat-sangat nyaman dan aman untuk jadi lokasi menghabiskan masa kecil dulu. Ga pake buaya beneran, soalnya ini Kupang bukan Kalimantan yang punya buaya sungai beneran disana (jadi inget cerita araini soal kisah buaya sungai deket rumahnya di Palangkaraya, phewww ngeriiii).
Game buaya wanna be aka maen buaya-buaya kurang lebih seperti ini isinya ada satu orang anak yang jadi buaya / “pung jadi” tugasnya ngejar anak-anak lain yang jadi manusia. Kalo berhasil nangkap satu anak, gantian deh si anak yang ditangkap jadi buayanya. Nah disinilah sebenernya saya rasa kemampuan berenang dan menyelam saya terasah sempurna. wkekekekekkk … Biar tidak tertangkap, saya bisa tuh nahan napas bermenit-menit dalam air sambil berenang (Gaya Batu)
Dulu sewaktu berhasil menghindar dan tidak ketahuan, saya berasa keren banget. I am really proud of myself! Kalo bisa pidato thanks to akibat prestasi besar ini, saya pidato dah sangking bangganya. (epenkah? :p )
Lalu, sekembalinya saya ke Kupang setelah usai menuntut ilmu di tanah perantauan (apa sihh???) saya secara tidak sengaja ketemu foto snorkeling di Kupang via fb , waaaa … dream comes true!! Setelah pake jurus SKSD, saya akhirnya join di grup tapaleuk dan langsung kontak dengan salah satu pengurusnya ka Yoas . Ternyata pas sekali ada jadwal snorkeling weekend itu.
Jingkrak-jingkraakkkkk !!!
First Impression
Pernah tidak kalian merasa berada di dunia yang berbeda hanya dalam satu kejapan mata, atau pernah kah kalian menghela nafas dan terkejut karena setelah menghembuskan nafas kalian sudah berpindah ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya ?
Bagi saya, tidak harus naik pesawat luar angkasa yang super cepat untuk merasakan perubahan situasi dari bumi ke antariksa atau bahkan sensasi dimana nanti menghela nafas terakhir untuk dapat merasakan itu. Ya, untuk contoh kedua itu hanya orang-orang khusus yang pernah merasakannya dan dapat bercerita kembali kepada kita yang (katanya) masih hidup ini.
Sepersekian detik setelah saya mencelupkan kepala saya ke dalam laut, saya benar-benar terpukau.
Memang sudah sering saya lihat tayangan tentang eksplorasi bawah laut. Tapi percayalah tidak sama. Saya merasa mereka hidup! mereka nyata ! Sebelumnya mereka hanya proyeksi serat-serat optik tidak nyata bagi saya. Mungkin kayak gini perasaan Susan, Peter, Edmund dan Lucy ketika masuk dunia Narnia. Sebuah dunia dimana saya merasa hanya sebagai pendatang. Saya belajar melihat kehidupan yang berbeda.
Sangat sunyi dan senyap! Hanya desiran-desiran air di dasar laut akibat pergerakan arus, itupun sangat lembut terdengar. Sesaat, suara-suara yang berisik di dunia manusia teredam sempurna. Saya suka!! Mengamati mereka yang lincah berlarian ke dalam celah-celah coral, ataupun sekelompok ikan kembar yang membentuk formasi yang sama ke kiri dan ke kanan. Sepintas mereka mirip Beyonce dan penari-penari latarnya. Kompak dan serasi. haha… Saya gemas liat aneka tumbuhan laut yang bergoyang-goyang lembut karena terpaan ombak bawah laut, asoy geboy kayak orang-orang yang lagi nonton dangdutan. hihi. Mereka seperti tidak kenal lelah mengangkat tangan, memuji dan menyembah pencipta mereka yang Agung.
Satu kesempatan lain saya sengaja bawa oleh-oleh dari dunia manusia, beberapa potong roti. Roti itu saya pecah-pecahkan dan terburai didalam laut. Bukan kayak orang kaya yang mau bagi sedekah, karena toh mereka punya persediaan makan yang berlimpah ruah disana. Bukan juga dalam rangka modernisasi ataupun kapitalisasi penduduk laut, mencoba mengubah mereka untuk tergantung sama produk-produk kapital, macam brand produk makanan dan minuman asing yang rasa-rasanya seketika dapat menaikan harga diri seseorang. (hellooooo???). Saya hanya ingin membuat mereka bisa lebih dekat dengan saya. Nyogok halus lah. Soalnya mereka tidak suka terlalu akrab sama orang baru. hehe. Strategi saya ini berhasil !! yeaahhh .. awalnya mereka malu-malu, tapi lama-lama rebutan, bahkan saya dibikin kaget tiba-tiba ada seekor ikan berlurik-lurik kuning sebesar dua telapak tangan nangkring di depan mata untuk melahap serpihan roti itu. busedd untuk bibir saya yang dicomot. hehehe
Waaaaa. senangnyaaaa … They just like dancing in my face
Moga-moga anak-anak ikan itu tidak rewel minta roti lagi sama mama mereka. hihi… Saya juga ketemu bintang laut biru yang cantik – entah kenapa file foto sama dia ilang
-
Dunia bawah laut mengajarkan banyak hal untuk saya dalam kesunyian mereka.
Sekarang, hampir tiap minggu saya rutin berkunjung ke negeri ikan-ikan yang lucu itu. For the sake of my mental health … haha
Nah ini beberapa foto underwater nyaaa ….







